Mungkin , jawabannya adalah . Dia kehabisan waktu untuk bermalas-malasan . Bisa jadi kuota "nanti saja"-nya untuk menjawab masa depan semakin menipis . Lantas bagaimana dengan duit bulanannya ? Hmm menarik . Sudah rahasia umum bahwa "mahasiswa" adalah pekerjaan yang dijamin oleh pemerintah . Sehingga dia seakan terbuai oleh gaji butanya .
Jadi , dengan waktu yang semakin menipis , keuangan yang sering meringis , dan tingkat intelegensi yang bisa diasumsikan sedikit di atas minimalis . Bisa kita simpulkan kenapa manusia pemalas seperti itu mulai berusaha untuk menata hidupnya . "Yup , dia kepepet"
Harapan penulis , The Power of Kepepet bukan hanya menjadi pribahasa atau kumpulan kata yang berirama indah . Setidaknya kita bisa mengambil makna darinya . Seperti yang kita tahu , "dia" yang penulis bicarakan di tulisan tersebut adalah (dalam pengalaman penulis) merupakan gambaran umum generasi muda sekarang . Bermalas-malasan hingga melakukan sesuatu yang kontra produktif . Di hari tuanya dia akhirnya sadar . Beruntung dia mau mulai berusaha untuk menata hidupnya . Semoga dia tidak menyerah dan kembali kepada kehidupan lamanya .
vm
bandung , 26 okt
*postscript
Tulisan di atas bukan merupakan pengalaman pribadi penulis .